Harus “TeGaR”

September 28th, 2007 by sagali

Sungguh ketika dia cerita panjang lebar
ke saya, rasanya dada ini kembali segsegan.

Ga tau kenapa rasanya, sedih aja klo
seperti ini akhirnya.

Duh gusti kenapa hamba engkau beri
kepekaan hati ini. Sungguh rasanya ga
tahan air mata ini mo dibendung.

Maaf yach, aku sendiri yg inginkan
cerita itu walo dah tau.

Malah akhirnya seperti ini jadinya.

Semoga kedepannya, saya mohon kepada
Engkau Duh Gusti, ijinkan hamba sekali
saja menjalani hidup ini dengan orang yg
bener-bener kita sayang.

Bagi hamba sulit dan ga ingin berpisah
bila Tidak karena Engkau.

Terima kasih

Wallahu a’lam.Quwwata

aDaLaH PILIHAN itu…

July 3rd, 2007 by sagali

(Cinta Walaupun - surat kiriman dr sahabat u/ sahabat- TRUE)
Yup

AKU MERASA TAKUT SEKALI AKHI, KENAPA? SEPERTINYA GURU BESARMU TIDAK AKAN MENGIZINKAN KAMU MENIKAH DENGAN AKU. ENTAH KENAPA AKU MERASAKAN HAL ITU BEGITU KUAT.
SEPERTI HARI INI, WALAUPUN AKU TAHU DAN AKU YAKIN SAAT INI KAMU SEDANG SIBUK DENGAN PEKERJAANMU UNTUK ISLAM, TAPI AKU MERASA KAMU TIDAK LAGI MENGINGATKU. BISA AKU HITUNG BERAPA KALI KAMU HUBUNGI AKU DALAM WAKTU TIGA HARI INI. BERAPA KALI KAMU COBA TELP AKU DENGAN TELEPON RINDUMU. HANYA DUA KALI. PADAHAL BIASANYA, SETIAP SAAT KAMU TELPON AKU. OKE, AKU AKAN BERFIKIR BAHWA KAMU MASIH SELALU INGAT AKU, HANYA SAJA KAMU TIDAK RINDU PADAKU.
KAMU PIKIR, TIGA HARI INI WAKTU YANG PENDEK BAGIKU? TIDAK AKHI, TIDAK! SEMUA BEGITU LAMA… AKU SANGAT KANGEN PADAMU. TIDAKKAH KAMU MENGERTI INI?
YA ALLAH, MENGAPA AKU MASIH LEMAH SEPERTI INI? PADAHAL JIKA AKU TELAH MEMILIH DIA UNTUK MENJADI QOWWAMKU DI DUNIA DAN AKHIRAT, KENAPA AKU LEMAH? SEHARUSNYA AKU BISA TERIMA SEMUA INI DENGAN LAPANG HATI DENGAN KEBANGGAAN, BAHWA DIA TENGAH BERJUANG UNTUK ISLAM. TAPI YA ALLAH, RASA CINTA INI BEGITU KUAT MENGGELAYUT MESRA DIHATIKU.
YA ALLAH, KUATKAN HATIKU MENGHADAPI SEMUANYA… AKU BENAR-BENAR MENCINTAI HAMBA-MU INI. YA AKU TIDAK HANYA CINTA PADAMU BASHIR, SEPERTI HALNYA DIRIMU.
BASHIR, MALAM INI AKU TULISKAN SEMUA INI KEMBALI… AKU TAKUT SEKALI AKHI, AKU TAKUT GURU BESARMU TIDAK BERKENAN MENERIMA CINTA KITA. LALU BAGAIMANA CINTA KITA? BAGAIMANA? AKU TAHU KAMU AKAN MEMILIH GURU BESARMU, AKU TAHU ITU KARENA KAMU SUDAH KATAKAN BAHWA KAMU KOMITMEN DENGAN PERJUANGANMU, KAMU AKAN LAKUKAN APA YANG DIA PERINTAHKAN. SEDANG AKU, AKU HANYA SEBAIT WARNA DALAM CELAH HATIMU YANG PUTIH. AKU HANYA SEBUAH SENYUM YANG MUNGKIN AKAN MENGGANGGU KEINDAHAN SUJUD-SUJUDMU. AKHI, JIKA ITU ADANYA… SEMOGA ENGKAU BAHAGIA DENGAN KEPUTUSANMU, DAN AKU AKAN SEMAKIN BANGGA DENGANMU AKHI. WALAUPUN AKU TIDAK BISA MEMILIKI JIWAMU, TAPI AKU YAKIN AKU SELALU DALAM HATIMU YANG PUTIH. AKU TETAP BAHAGIA, KARENA ALLAH MEMBERI CINTA DI HATIKU KEPADA HAMBA-NYA YANG SEPERTIMU. AKHI, AKAN LEBIH INDAH JIKA GURU BESARMU MENGIZINKAN CINTA ITU ADA DIANTARA KITA. AKU AKAN MENJADI BAGIAN PERJUANGANMU UNTUK ISLAM. ALANGKAH BAHAGIANYA BISA DISAMPING SEORANG MUJAHID SEPERTIMU.
AKHI, KAMU TAHU… DALAM GELOMBANG CINTA DAN RINDU YANG AKU RASAKAN SAAT INI, ADA SEBENTUK HATI YANG COBA GOYAHKAN CINTA INI. DIA JUGA BAIK AKHI, DIA JUGA MEMILIHKU KARENA AKU MUSLIMAH, KARENA AGAMAKU BUKAN KARENA FISIKKU ATAU PENIDIDIKANKU.
AKU TAKUT AKHI, BAGAIMANA AKU BISA BERTAHAN DALAM GELOMBANG BADAI INI, JIKA KAMU TETAP TENANG TANPA MEMPERHATIKAN AKU? AKU TAKUT HATI INI GOYAH, KARENA KITA BELUM MENIKAH. BAGAIMANA JIKA DENGAN TIBA2 DIA DATANG DAN MEMINTAKU UNTUK MENJADI ISTRINYA? PADAHAL DIA ORANG BAIK, AKAN MENDAPAT LAKNAT BAGI SEORANG WANITA YANG MENOLAK LAKI2 SHOLEH. SEDANG DIA ADALAH LAKI2 YANG SHOLEH. BAGAIMANA DENGAN CINTA KITA? BAGAIMANA? APAKAH SALAH JIKA KEMUDIAN ORANG TUAKU MEMILIH DIA UNTUK MENJADI SUAMIKU? SEDANG DALAM REALITASNYA DIA MEMANG LAKI2 SHOLEH? AKHI, SEBELUM DIA DATANG AKU BERHARAP KAMU YANG DATANG TERLEBIH DAHULU. TAPI MEMANG JIKA ENGKAU TIDAK BISA DATANG, MAKA MAAFKAN AKU JIKA HARUS MENERIMA CINTANYA. DAN ITU AKU YAKINI YANG TERBAIK DARINYA UNTUKKU. MAAFKAN AKU AKHI, MAAFKAN.
MALAM INI AKU MASIH BERHARAP BAHWA ENGKAU AKAN SEGERA DATANG UNTUK MENGKHITBAHKU PADA ORANG TUAKU. DAN SECEPATNYA MENIKAHIKU.

Detik

June 24th, 2007 by sagali

Detik-Detik yang Sangat Berharga

Seorang menteri di Baghdad telah berlaku lalim terhadap kekayaan seorang wanita tua. Hartanya dirampas dan semua hak wanita itu dirampok. Tapi si wanita itu dengan berani mengadukan kelaliman itu kepada menteri dimaksud sambil menangis dan memprotes kekejamannya. Sang menteri sama sekali bergeming dan tak menyadari kekejamannya terhadap si wanita.
Wanita itu kemudian mengancam, “Jika engkau tidak menyadarinya juga, aku akan memohon kepada Allah agar engkau celaka.” Menteri itu malah tertawa terkekeh-kekeh dan mengejek wanita itu seraya berkata dengan angkuh, “Berdoalah di sepertiga akhir malam.” Wanita itupun pergi meninggalkannya.
Setiap hari, pada sepertiga malam terakhir, ia selalu berdoa. Tak berapa lama kemudian, menteri itu dimakzulkan, dan seluruh hartanya disita. Ia diikat di tengah pasar dan dicambuk sebagai hukuman ta’zir atas kejahatannya kepada rakyat. Pada saat itu si wanita tua lewat, dan melihat siapa yang diikat. Katanya, “Engkau benar. Engkau telah menganjurkan kepadaku untuk berdoa di sepertiga malam terakhir, dan terbukti sepertiga terakhir malam itu memang waktu paling baik.”
***
Sepertiga malam itu sangat mahal dalam kehidupan kita, sangat berharga. Sebab itulah Rabb Yang maha Mulia berfirman. “Adakah seseorang yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku berikan apa yang dia minta, adakah orang yang meminta ampun kepada-Ku sehingga aku ampuni dia, dan adakah orang yang berdoa kepada-Ku lalu Aku kabulkan doanya.”
Sedari remaja, dan dari sekian banyak cerita yang pernah saya dengar, ada sebuah peristiwa yang sangat membekas dalam hidupku yang tidak mungkin saya lupakan. Yang saya rasakan saat itu adalah bahwa tak ada yang lebih dekat daripada Dzat Yang Maha Dekat, yang memiliki jalan keluar, pertolongan, dan kebaikan.
Ceritanya begini, waktu itu saya bersama sejumlah pumpang lainnya terbang dari Abha menuju Riyadh, bertepatan dengan pecahnya Krisis Teluk. Di dalam pesawat yang sedang terbang itu, dikabarkan kepada seluruh penumpang bahwa pesawat akan kembali ke bandara Abha karena ada kerusakan. Kamipun kembali ke Abha, dan kru memperbaiki pesawat.
Setelah kerusakan diperbaiki, kami terbang lagi. Namun ketika kami sudah mendekati Riyadh, roda pesawat tak mau turun. Selama satu jam, pesawat hanya berputar-putar di atas kota Riyadh. Pilot telah berusaha melakukan pendaratan sebanyak sepuluh kali namun setiap kali sudah dekat ke landasan dan berusaha mendarat selalu gagal, dan pesawatpun terbang lagi. Saat itu kami panik, dan banyak diantara kami yang sudah pasrah.
Para penumpang wanita menangis. Saya lihat air mata mengalir deras di pipi. Kini kami berada di antara langit dan bumi menunggu kematian yang bisa lebih cepat dari kerdipan mata. Teringat olehku segalanya, namun tak ada yang lebih baik dari amal shaleh. Hati saya segera tertuju kepada Allah dan alam akhirat. Dan, dunia menjadi sangat tidak berharga. Saat itu, yang selalu keluar dari bibir kami adalah, Laa Ilaaha ilallallaah wahduhu laa syariikalah lahul mulk wa lahul hamd wa huwa’alaa kulli syai’in qadiir (Tidak ada Ilah selain Allah, satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nya semuau kerajaan dan pujian, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).
Kalimat ini meluncur dengan jujur dari bibir kami. Seorang Syaikh yang sudah berumur berdiri dan berseru kepada seluruh penumpang untuk meminta perlindungan kepada Allah, berdo’a kepada-Nya, memohon ampunan-Nya, dan bertobat atas segala kesalahannya.
Allah sendiri telah menjelaskan tentang sifat manusia, Maka tatkala mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya (QS Al-’Ankabut: 65)
Kamipun berdoa kepada Dzat Yang Mengabulkan doa orang yang dalam keadaan terjepit, seperti yang dilakukan oleh orang yang terjepit. Kami betul-betul khusyu’ dalam doa kami. Tak berapa lama, pada usaha yang kesebelas dan keduabelas kami bisa mendarat dengan selamat. Ketika turun dari pesawat kami seperti baru saja keluar dari kuburan. Jiwa kami kembali seperti sedia kala, air mata sudah mengering, dan senyuman kembali mengembang. Sungguh agung kebaikan Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi itu.
Berapa banyak kita memohon kepada Allah saat bahaya menimpa, tatkala bencana itu hilang kita melupakan-Nya.
Di lautan kita berdoa kepada-Nya agar kapal kita selamat, namun ketika sudah kembali ke darat kita durhaka kepada-Nya.
Kita menaiki angkasa dengan aman dan santai, tidak jatuh karena Yang menjaga adalah Allah.
Semua ini adalah kebaikan dan bantuan Yang Maha Pencipta.
***
Sumber: Laa Tahzan, karya Dr. Aidh Al-Qarni, terbitan Qisthi Press.

KEPADA MAHA DZAT YANG JIWAKU BERADA DALAM GENGGAMAN-NYA

June 24th, 2007 by sagali

KEPADA MAHA DZAT
YANG JIWAKU BERADA DALAM GENGGAMAN-NYA

“Dan bagi orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya
ada dua surga. Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ? kedua surga itu mempunyai pohon-pohon dan buah-buahan. Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ? Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir. Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan. Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ? “.

( QS. AR-Rahmaan : 46 – 53 )

Ya, Robbi …
Berkahilah segala yang kudapatkan dariMu
Karena ilmu takkan pernah berguna tanpa amal,
Dan amal pun akan sia- sia tanpa keikhlasan hati…

Ya, Robbi …
Aku ingin menjadi hamba yang berbakti….
Berharga dan bermanfaat dimana aku berada,
bagi siapa saja, dan kapan saja…
Menjadi hiasan termulia bagi dunia
Dan menjadi permata terindah di syurga….
Amiin.

“Dunia adalah tempat perhiasan (kenikmatan kebahagiaan) dan
sebaik-baik perhiasan adalah Wanita Shalihah”.
(HR. Muslim)

Dan Kami tinggikan bagimu sebutan nama (derajat)-mu
Karena sesungguhnya sesudah Kesulitan itu ada Kemudahan
Cl0092

(QS : Alam Nasyrah : 4 - 5 ),

Do’a / Wirid Rabithah

June 24th, 2007 by sagali

Do’a / Wirid Rabithah :

1

“ Katakanlah , “ Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Ditangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Engkau masukan malam kedalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malan. Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab.”
(Ali Imran :26-27)